Mandiri Berbuah Prestasi: 12 Pendekar Shokaido Bengkulu Pulang Bawa Kebanggaan

$rows[judul]

Bandar Lampung, ayoBENGKULU ||

Kalimat "hasil tidak akan mengkhianati proses" bukan sekadar slogan bagi 12 atlet Karate Dojo Shokaido Bengkulu. Berangkat dengan dana swadaya murni tanpa sokongan instansi daerah, para pendekar ini justru mengamuk di atas tatami Kejurnas Lampung. Mereka pulang bukan hanya membawa medali, tapi membawa bukti bahwa mental juara tumbuh subur di tengah keterbatasan.

Dominasi "Sabuk Hitam" dan Kebangkitan Senior

Di kategori Senior dan U-21, nama-mana seperti Septa Marlinto dan Annisa Muthia menjadi momok menakutkan. Septa, pemegang Sabuk Hitam DAN II dari Universitas Bengkulu, menyapu bersih gelar juara nasional setelah sebelumnya mendominasi berbagai ajang seperti RKOC dan CKC 2025.

Tak kalah mentereng, Annisa Muthia (DAN II) dan Nabilla Syacen (DAN I) membuktikan bahwa mahasiswa Bengkulu mampu bersaing di level tertinggi. Begitu juga dengan Salsa Billa Saskia dan Zamela Valencia yang konsisten menjaga tradisi juara di tingkat nasional meski harus membagi waktu dengan rutinitas kuliah dan kerja.

Tunas Muda yang "Meledak" di Lampung

Kejutan besar datang dari barisan atlet cilik. Muhammad Dion, bocah kelahiran 2019 dari MI Plus Nur Rahma, menjadi bintang dengan koleksi medali yang fantastis, termasuk Juara 1 Kumite Open di Kejurnas Lampung. Semangat yang sama ditunjukkan oleh Muhammad Abizar Al Gifari (SDIT Ummi) yang meski baru berlatih sejak akhir 2024, sudah berhasil menggondol Juara 1 Kata Festival.

Di kategori kadet dan pemula, trio William Rafha Eldo, Akbar Imanjaya, dan Faiq Atarayhan sukses menjaga sinkronisasi dan ritme, membawa pulang medali dari nomor Kata Beregu dan Perorangan. Keberanian Raffa Dwi Nanda yang merengkuh Juara 1 Kumite kian melengkapi kedigdayaan tim "mandiri" ini.


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)