Keterangan Gambar : Ilustrasi
ayoBENGKULU – 08 April 2026, Di tengah keterbatasan dukungan anggaran daerah, semangat 12 atlet Karate dari Kota Bengkulu untuk mengharumkan nama Bumi Rafflesia tidak surut. Tanpa dukungan dana dari instansi terkait, para atlet ini dipastikan tetap berangkat menuju Kejurnas Karate Shokaido ke-III di Lampung berkat swadaya murni.
Keberangkatan ini bukanlah keputusan yang mudah. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya diputuskan bersama oleh para orang tua atlet dan pembina untuk menempuh jalur mandiri. Keputusan ini diambil demi menjaga mental bertanding anak-anak dan memastikan jam terbang mereka tidak terhenti hanya karena persoalan biaya.
Bagi para orang tua, melihat anak-anak mereka bertanding lebih penting daripada menunggu anggaran pembinaan dari KONI atau Pengcab FORKI yang tak kunjung jelas.
Rombongan ini membawa talenta dari berbagai usia. Di kategori senior ada Septa (-55 kg), disusul jajaran srikandi muda seperti Ocha, Annisa, Nabila, Zamela, dan Tiara.
Yang cukup menarik perhatian adalah keberanian para atlet cilik seperti Abizar, Dion, Fahri, dan Rafa yang sudah harus belajar arti perjuangan di usia dini. Selain itu, trio Kata Beregu yang terdiri dari Akbar, William, dan Faiq juga terus mematangkan persiapan meski dengan fasilitas seadanya.
Ajang di Lampung ini merupakan pemanasan sekaligus seleksi penting sebelum mereka melangkah ke Kejurnas FORKI di Bandung pada 10 Mei 2026 mendatang. Target besar ini menjadi alasan kuat mengapa pembina rombongan, Agus Rinaldi, bersikeras memberangkatkan atlet binaannya.
"Kami tidak ingin mematahkan semangat anak-anak. Meski biaya mandiri dari orang tua sangat terbatas, kami tetap berangkat. Potensi mereka terlalu besar untuk disia-siakan hanya karena alasan klasik ketiadaan anggaran pembinaan," ujar Agus Rinaldi yang juga merupakan punggawa media lokal ini.
Meski kali ini berangkat dengan biaya sendiri, terselip harapan besar agar ke depannya instansi seperti KONI maupun Dispora dapat lebih peka melihat perjuangan atlet di lapangan. Prestasi tidak mungkin datang secara instan tanpa dukungan pembinaan dan anggaran yang terencana.
Untuk saat ini, 12 pendekar muda Bengkulu ini akan membuktikan bahwa keterbatasan materi bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Mereka berangkat tidak hanya membawa nama dojo, tapi membawa harapan orang tua dan harga diri karateka Bengkulu.
Selamat berjuang, anak-anak hebat!
Berita ini telah mengalami perubahan pada Kamis, 9 April 2026 pukul 10:20 WIB.
Koreksi: Terjadi kesalahan dalam penyebutan jumlah Karateka yang mengikuti Kejurnas yang sebelumnya tertulis 12 orang, yang benar adalah 13 orang berdasarkan perkembangan berita terbaru.
Redaksi memohon maaf atas kekeliruan ini.
Tulis Komentar