Keterangan Gambar : Salah satu korban warga Desa Kembang Seri
Bengkulu Selatan — Dugaan penembakan terhadap lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Senin (24/11/2025), memunculkan sederet tanda tanya yang belum terjawab. Bukan hanya soal pelaku, tetapi juga asal-usul senjata api yang digunakan dalam insiden yang melukai warga sipil tersebut.
Korban masing-masing bernama Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung. Buyung mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan intensif. Sejumlah saksi menyebut tembakan dilepaskan di area yang selama ini menjadi titik sengketa lahan antara petani dan perusahaan sawit.
Ketua Umum OMBB, M. Diamin, menyebut insiden ini tidak bisa dianggap kasus tunggal yang berdiri sendiri. Ia menilai ada indikasi kuat bahwa kejadian ini berkaitan dengan konflik agraria yang telah berlarut-larut.
“Ini bukan hanya persoalan tembakan. Ini soal siapa memberikan akses senjata kepada siapa, dan kenapa itu bisa terjadi di tengah konflik yang sudah lama tidak diselesaikan,” ujarnya.
Diamin menegaskan bahwa jika benar pelakunya adalah oknum keamanan perusahaan, maka aparat harus segera menjawab pertanyaan paling mendasar:
bagaimana senjata api bisa berada di tangan pihak yang tidak memiliki kewenangan hukum?
“Petugas keamanan perusahaan tidak memiliki hak menggunakan senjata api standar. Kalau senjata itu ada di lapangan, ada yang harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Warga setempat mengatakan intensitas patroli keamanan perusahaan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah laporan menyebut kendaraan perusahaan kerap masuk ke area sengketa tanpa koordinasi dengan warga atau pihak pemerintah desa.
Hingga kini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu belum memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi terkait perkembangan penyelidikan. Redaksi telah menghubungi pejabat terkait melalui pesan singkat.
Pihak perusahaan yang diduga terlibat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Redaksi masih menunggu keterangan resmi dari Polda Bengkulu dan pihak perusahaan.
Berita ini akan terus diperbarui karena media berkomitmen mengawal kasus ini hingga rangkaian fakta dapat dipastikan dan proses hukumnya berjalan transparan.
Tulis Komentar